Tuesday, 3 January 2017

Day 2: "Smoke hung so thick in the library's rafters that she could read words in it."




.

Darkness... she saw nothing.

Heat... she felt it to her bones.

Smoke... it filled her lungs.

She can’t go anywhere.

She thinks she’s dreaming again.

.

.

“-aku rasa masih ada seseorang di sana!”

“Nona, apakah tadi ada yang masuk lagi?”

Wanita paruh baya yang dikelilingi oleh selimut tebal dan menggunakan tabung oksigen mengangguk cepat. “Ya, tadi ada seorang gadis muda yang masuk, sekitar pukul empat sore. Namanya Thompson... Marie Thompson,” ujarnya.

“Apa tadi ia sudah keluar?”

“Saya rasa belum, pak. Tadi apinya menyala dengan cepat, asap dimana-mana. Saya langsung menyuruh dua orang di ruang depan untuk keluar, dan menyalakan alarm kebakaran secara manual. Saya tidak tahu mengapa alarm itu tidak langsung menyala secara otomatis, mengingat asapnya begitu banyak.”

“Jadi, tidak ada lagi yang berada di dalam perpustakaan selain nona Thompson?”

“Saya rasa tidak, pak.”

“Terima kasih, Nona.” Petugas pemadam kebakaran itu langsung berbalik dan berteriak kepada petugas lainnya, “Masih ada satu orang lagi di dalam sana!”

“Pak, sudah tidak mungkin untuk masuk lagi!”

“Kenapa-“

CRASH!

“Atapnya akan rubuh! Mundur semua mundur!”

.

.

.

.

She shouldn’t be here, she thinks. She belongs somewhere else. Somewhere colder.

Not this heat.

Not this pain.

Pain. Pain. Pain. PainpainpainpainpainPAIN-

CRASH!

.

.

“Kau pikir kebakaran itu disengaja olehnya?”

“Jangan ngaco kamu, untuk apa ia sengaja membakar perpustakaan?”

Well, gadis itu sedang ada di sana, kan? Dan kau dengar sendiri, ada yang sengaja mematikan alarm kebakaran otomatisnya. Untung saja hanya ada satu penjaga dan tiga pengunjung lainnya, yang semuanya ada di depan.”

“Tapi... perpustakaan?”

“Kau tahu betapa cintanya gadis itu dengan buku.”

.

.

She only wants to read. Book is her only friend. Her only love.

The one who wouldn’t betray her.

The one who wouldn’t burn her to death.

She tried, oh she did try. She try to love him. But she’s never enough. And he’s never accept that he’s not the only lover she had.

In the end, tho...

Smoke hung so thick in the library’s rafters that she could read words in it.

I love you,’ it said.

“No, you’re not.” she said out loud.

She closes her eyes, welcoming the darkness and the heat that swallows her.

End.

-a.m.r
.

P.S: Picture is NOT mine, it can be found on pinterest.com

No comments:

Post a Comment