Friday, 6 January 2017

Day 5: The Story of How Your Parents Met, Transposed to the Victorian Era.




.

“Jonathan, it is a truth universaly acknowledged, that a single man in possession of a good fortune must be in want of a wife.1)



Pria yang disebut namanya hanya mengangkat satu alisnya dan mengabaikan sahabatnya. Alice, sang sahabat yang sibuk menasehati, menggerutu kesal karena ia sekali lagi diabaikan oleh Jonathan, sebelum kemudian ia menyeringai lebar.

That smirk only means trouble,” Jonathan menggerutu, menurunkan koran yang sedang ia baca.

Alice mengabaikannya. “I remember that next week is House Angier’s Annual Banquet. My close friend, the only daughter of Sir Angier, is a single woman and already of age. You may find her interesting. She’s quite bright and a spitfire, and I know you dislike docile women.”

Menarik. Tapi tetap, Jonathan mengabaikan Alice karena ia tidak ingin sahabatnya itu tahu bahwa ia sekarang tertarik mengenai anak perempuan satu-satunya Sir Angier itu.

Sebagai sahabat Jonathan, Alice tahu apa yang ada di pikiran pria tersebut. Wanita itu hanya tersenyum.

.

.

“Selamat siang, Sir Angier, Madame Angier, Marie-Anna,”

Ketiga orang yang disapa oleh Alice berbalik. Jonathan, yang berdiri di belakang Alice dan suaminya, berdiri tegak dan menyiapkan suaminya.

“Alice, William! Sudah lama tidak berjumpa. Oh, siapakan ini?” Sir Angier menjabat tangan William dan mencium punggung tangan Alice, sebelum kedua matanya bergerak ke arah Jonathan. Kedua mata tersebut seperti memasuki pikirannya dan melihat jiwanya, seperti mengetahui keinginan Jonathan untuk berkenalan dengan anak perempuan satu-satunya. Tekadnya semakin kuat untuk memberikan kesan pertama yang terbaik. Bergerak sedikit agar ia berada di sebelah William, suami Alice, ia melihat wanita yang ingin diperkenalkan Alice kepadanya untuk pertama kalinya.

Beautiful.

Itu kata pertama yang terlintas di pikiran Jonathan.

Graceful.

Itu kata kedua yang terlintas di pikiran Jonathan.

Someday, she’s gonna be mine.

Menegakkan badannya, Jonathan mengeluarkan senyum terbaiknya.

“Selamat siang, Sir Angier, Madame Angier... Miss Marie-Anna Angier. Perkenalkan, nama saya Jonathan Lawrence, first Son of Sir Arthur of House Lawrence.”

End.
 -a.m.r

.

P.S: All pictures are NOT mine, it can be found on pinterest.com but separately.

P.P.S: Maaf pendek, karena saya sebelumnya belum terlalu mengetahui mengenai courting pada saat Victorian era, jadi hanya minim.

P.P.P.S: 1) Quotes dari Pride and Prejudice.

Thank you for reading!

No comments:

Post a Comment